Usut Kasus Introgasi Menggunakan Ular di Papua

Usut Kasus Introgasi Menggunakan Ular di Papua – Getty Images Ular hidup itu dililitkan ke leher pria tersangka pencuri telephone genggam yang lalu melahirkan kemarahan sesudah videonya tersebar luas di penduduk. (Photo sampel)
Polda Papua janji bakal keluarkan sangsi buat anggotanya di Polres Jayawijaya, Papua, yang terekam menginterogasi seseorang tersangka masalah pencurian dengan memanfaatkan ular.

Ular hidup itu dililitkan ke leher pria tersangka pencuri telephone genggam yang lalu melahirkan memprotes beberapa kelompok sesudah videonya tersebar luas di penduduk.

Petinggi kepolisian ditempat lalu memohon maaf atas ” perbuatan menyelimpang ” salah-seorang anggota serta janji bakal ” memberi sangsi ” terhadap yang berkaitan.
” Hukumannya dapat ada beraneka macam, mulai peringatan lisan, terdaftar, sampai ditahan dalam tempat spesifik (sepanjang) 1 minggu, dua minggu atau tiga minggu, ” kata Kepala sub bagian penerangan penduduk Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz

Sekarang ini, susulnya, masalah ini telah diatasi oleh Divisi Profesi serta Pengamanan (Divisi Propam) Polda Papua, sebab dirasa kerjakan pelanggaran ketentuan disiplin.
” Itu (perbuatan yang dilaksanakan anggota polisi) nakal, tdk profesional, ” imbuhnya. ” Tdk dibetulkan langkah kecuali kerjakan pertanyaan serta menghimpun bukti-bukti. “

Dalam video yang tersebar di penduduk, tampak petugas polisi melilitkan seekor ular hidup di leher seseorang terduga.
Tangannya terikat di belakang, serta ia dalam sikap duduk di lantai.

Petugas polisi tampak sudah sempat menyorongkan ular itu ke mukanya, sembari bertanya terkait perkiraan keterkaitannya dalam masalah pencurian telephone genggam.
Dalam pengakuan awal mulanya, Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya menjelaskan pemakaian ular itu adalah gagasan pribadi anggota polisi itu.

” Mungkin ia dengan pribadi dongkol, sebab pemeran tidak mau mengakui, walaupun sebenarnya banyak saksi menyaksikannya. Jadi, ia selanjutnya memanfaatkan cara tersebut (dengan memanfaatkan ular) , ” kata Suryadi Diaz.
‘Ular itu telah ada lama di kantor Polres’

Ular yang dilaporkan tdk berbisa serta jinak itu, menurut Suryadi, ialah punya salah-seorang anggota polisi di Polres Jayawijaya, Wamena.
” Kebetulan ular itu telah lama di Polres, ” papar Diaz.
Dari kabar yang diperolehnya, ular itu sempat dipakai buat ” menyadarkan ” anggota penduduk yang terjaring sebab mabuk karena menenggak minuman keras di beberapa tempat umum.
” Biasa itu, jika malam-malam Minggu, jika banyak orang-orang mabuk yang tertangkap, itu diberi tunjuk (ular) itu, mereka takut, ” katanya.

Sistim yang lain, sambungnya, ialah merendam mereka yang tertangkap dalam situasi mabuk itu dalam bak air. ” Sampai sadar (dari mabuk) dan dipulangkan, ” jelas Diaz.
Diprotes pengacara HAM
Perbuatan anggota polisi memanfaatkan seekor ular buat menginterogasi seseorang masyarakat Papua, dipertanyakan seseorang pengacara hak asasi manusia yang mengatasi permasalahan di Papua, Veronica Koman.
Dalam account Tweeternya, ia mengupload video yang melukiskan adegan itu.

Ia lalu mengaku kalau interograsi oleh polisi dengan memanfaatkan ular juga sempat dipakai pada seseorang aktivis pro kemerdekaan.
” Mereka telah lama tahu ular dipakai oleh polisi serta militer (dalam interogasi) , ” tuturnya, seperti diambil Kantor berita AFP.