Home / Berita Umum / Undang-undang Tak Memperbolehkan Massa Buat Bermalam

Undang-undang Tak Memperbolehkan Massa Buat Bermalam

Undang-undang Tak Memperbolehkan Massa Buat Bermalam – Polisi keluarkan larangan terhadap penduduk buat bermalam di muka Komisi Penentuan Umum (KPU) waktu malam saat pengumuman penghitungan kalkulasi nada 22 Mei waktu depan. Polisi menyebutkan perbuatan itu bakalan mengganggu ketertiban umum.

Tidak hanya itu, undang-undang tak memperbolehkan massa buat bermalam. Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menghimbau biar penduduk yg mau menyelenggarakan perbuatan buat ikuti hukum yg berlaku.

” Yg sesuai sama undang-undang saja. Seandainya ia melanggar keputusan Clausal 6 maka dapat dimanfaatkan clausal 15, jadi sangsi hukumannya kalau Polri bisa membuyarkan perbuatan itu, ” pungkasnya di Mabes Polri, Senin (20/5) .

Perihal itu seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomer 9 tahun 1998 terkait Kemerdekaan Memberikan Saran di Muka Umum. Juga Ketetapan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomer 9 Tahun 2008 clausal 6 ayat (2) disampaikan apabila penyampaian saran di podium cuma bisa terjadi sampai waktu 18. 00 WIB.

Polri Ancam Bubar Paksa Massa Bermalam di KPU Mendekati 22 MeiKaropenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo.

Pada Clausal 6 UU Nomer 9 Tahun 1998 terdaftar penduduk negara yg memberikan saran di podium punyai keharusan buat menghargai hak orang, menghargai peraturan akhlak yg disadari dengan cara hukum, mematuhi hukum serta peraturan perundang-undangan yg berlaku, mengawasi serta menghargai ketertiban umum dan mengawasi keutuhan persatuan serta kesatuan bangsa.

Tidak hanya itu, kata Dedi, perbuatan unjuk rasa mesti lewat proses yg berlaku sesuai sama hukum seperti surat pemberitahuan aktivitas terhadap polisi. Perihal itu dirapikan dalam Clausal 10 UU Nomer 9 tahun 1998.

” Jadi semua udah dirapikan dalam undang-undang, ” paparnya.

Didapati Polri bakal menerjunkan sejumlah 34 ribu anggota buat menyelamatkan pengumuman hasil Pemilu di KPU pada 22 Mei waktu depan. Idenya pengumuman bakal dikawal dengan perbuatan unjuk rasa.

Massa di luar DKI Jakarta pun diprediksikan bakal masuk Ibu Kota. Sekurang-kurangnya Polri udah memperoleh kabar apabila massa datang dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi serta Pulau Jawa.

Polda Metro Jaya menyebutkan sampai kini faksinya udah terima enam surat pemberitahuan perbuatan yg bakalan digelar pada 22 Mei. Enam perbuatan itu diselenggarakan oleh beberapa group serta bagian penduduk.

” (Surat pemberitahuan) ada enam, ada aliansi, ada aktivis 98, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5) .

Argo memaparkan dari enam surat pemberitahuan itu, estimasi banyaknya massa yg bakal datang sejumlah 1. 500 orang. Akan tetapi banyaknya massa itu masih dapat semakin bertambah.

About penulis77