Home / Peristiwa / Polisi Amankan LC Dalam Penggrebekan Karaoke Doremi Di Malang

Polisi Amankan LC Dalam Penggrebekan Karaoke Doremi Di Malang

Polisi Amankan LC Dalam Penggrebekan Karaoke Doremi Di Malang – Perbuatan tarian telanjang (striptis) dirumah karaoke Doremi di daerah Lowokwaru, Kota Malang, digerebek Polda Ja-tim. Dari hasil penggrebekan itu, polisi mengamankan berapa pemandu lagu (LC) serta memastikan dua orang (mami serta papi LC) menjadi tersangka.

” Dua tersangka ini dikira laksanakan pelanggaran tindak pidana menghadirkan, atau meringankan perbuatan cabul sama seperti dirapikan dalam pasal 296 KUHP, ” kata Kasubbid Penerangan Warga Sektor Humas Polda Jawa Timur AKBP Eko Hengky P di halaman gedung Direktorat Reserse Kejahatan Umum (Ditreskrimum) Polda Ja-tim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (22/12/2017) .

Dua tersangka yg diamankan anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Ja-tim ialah, ARS (menjadi papi LC) , warga Cimahi Selatan serta NH dengan sebutan lain ERS (mami LC) atau asisten papi ARS, warga Genteng Wetan, Kecamatan Wetan.

Dan LC yg dikira laksanakan tarian telanjang ialah MLN, DV serta MLTI. Dua orang tamu pengunjung tempat tinggal karaoke di daerah Lowokwaru, malang, AG serta TS. Juga YNT (kasir) . Mereka dimintai info menjadi saksi.

” Kami beroleh kabar dari warga, bahwa ditempat karaoke dewasa itu dikira ada perbuatan asusila, ” kata Kasubdit Reknata AKBP Rama Samtama Putra.

Rama menuturkan, penggrebekan dilaksanakan pada Kamis (21/12/2017) . Kala digrebek di diantara satu area tempat karaoke itu, diketemukan 3 lembar bra, 1 celana dalam warna pink, 1 lembar tisu habis gunakan, 1 kondom belum pula terpakai, serta 3 kondom sisa terpakai.

” Kami juga mengamankan 1 bendel bill (bukti pembayaran) , juga duit banyak Rp 8. 200. 000, ” paparnya.

Dari hasil pengecekan, tarif LC itu sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 375 ribu setiap waktu temani pengunjung di area karaoke. Duit tersebbut lantas masuk ke kasir atau manajemen tempat tinggal karaoke.

Nyata-nyatanya, didalam room karaoke, LC itu dapat di booking (utk lakukan perbuatan asusila) didalam kamar atau di luar kamar tempat tinggal karaoke, dengan tarif Rp 1, 5 juta per orang. LC itu juga dapat laksanakan perbuatan tarian telanjang, dengan tarif Rp 750 ribu per orang.

” Tersangka mami beroleh Rp 300 ribu dari BO atau striptis. Apabila tersangka papi, beroleh Rp 200 ribu per LC, ” katanya.

Selesai penggerebekan, polisi menempatkan police line dirumah karaoke itu. Polisi juga memintai info dari manajemen tempat tinggal karaoke.

Rama menyampaikan, manajemen memberikan bukti isyarat tangan kontrak pada LC dengan manajemen. Dalam kontrak itu diterangkan, LC kala bertugas dilarang memanfaatkan narkoba serta lakukan perbuatan asusila.

” Perbuatan striptis serta BO tanpa ada sepengetahuan manajemen. Itu ditampakkan bukti kontraknya, ” tandasnya.

About admin