Menurut JK Angka Kebocoran Budget Maksimum Capai Rp 50 Triliun

Menurut JK Angka Kebocoran Budget Maksimum Capai Rp 50 Triliun – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan angka kebocoran budget negara tak capai 25% atau Rp 500 triliun seperti yg diungkapkan Prabowo Subianto.

Menurut JK, angka kebocoran budget maksimum capai Rp 50 triliun. Mengenai, bagian budget negara yg dapat bocor atau dikorupsi merupakan budget berbelanja barang serta berbelanja modal.

” Ongkos teratur penghasilan, subsidi, bayar utang, bayar bunga, serta pemberian sosial, ini gak dapat dikorupsi ini. Bila dikorupsi penghasilannya pegawai negeri kan gak dapat. Subsidi gak dapat dikorupsi kan, ” kata JK di Kantor Wakil presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019) .

” Yg dapat dikorupsi atau bocor itu cuma berbelanja modal serta berbelanja barang. Dari APBN kita itu lebih kurang Rp 500 triliun. Jadi yg dapat dikorupsi cuman ini, project, berbelanja barang, beli pesawat, beli apakah, jadi itu cuma lebih kurang Rp 500-600 triliun, ” makin JK.

JK memaparkan, budget lebih kurang Rp 500 triliun itu bukan kebocoran namun keseluruhan dari alokasi budget berbelanja barang serta modal dari APBN. Dari angka itu, maksimum kebocoran budget cuma lebih kurang 10% atau sama dengan Rp 50 triliun.

” Menurut dari pengecekan di KPK, di pengadilan, mereka kan kebanyakan memperoleh sisi bocor 7%, 10%, cuman itu saja kan. Jadi bila yg katakanlah Rp 550 triliun yg berbelanja barang serta modal, itu maksimal yg dapat diambil 10%, itu Rp 50 triliun, ” jelas JK.

Oleh sebab itu, JK lantas menolak apabila kebocoran budget capai 25% seperti yg dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra.

” Itu cuma 2, 5% dari budget, jadi tak 25% dari keseluruhan APBN. Hitung-hitungannya tidak benar, kalau itu yg dapat dikorupsi, cuma berbelanja barang serta berbelanja modal, ” tegas ia.