Home / Peristiwa / Kendaraan Di Dua Jalur Mudik Selatan Garut Padat Saat Libur Nataru

Kendaraan Di Dua Jalur Mudik Selatan Garut Padat Saat Libur Nataru

Kendaraan Di Dua Jalur Mudik Selatan Garut Padat Saat Libur Nataru – Kepadatan volume kendaraan mulai kelihatan di dua jalur mudik selatan di Garut, Jawa Barat, saat libur Natal 2017 serta th. baru 2018 (Nataru) . Polisi bahkan juga mesti laksanakan sistim buka tutup jalur sampai enam kali.

Pantauan di jalur Kadungora-Leles serta Limbangan-Malangbong, Jumat (22/12/2017) , kendaraan dari arah Bandung menuju Garut menguasai. Sesaat dari arah demikian sebaliknya masihlah lengang.

Di jalur Kadungora-Leles, kendaraan dari arah Bandung rata-rata akan menuju daerah wisata Cipanas yg terdapat di Kecamatan Tarogong Kaler serta daerah wisata Darajat di Kecamatan Pasirwangi.

Kendaraan biasanya datang dari beberapa lokasi di Jawa Barat seperti Bandung, Karawang serta Bogor. Akan tetapi tdk sedikit juga kendaraan dari luar Ja-bar seperti Jakarta yg mulai masuk lokasi Garut.

Disamping itu, di jalur Limbangan-Malangbong, volume kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya terpantau mulai padat. Kepadatan berjalan dari mulai daerah tanjakan Nagreg.

Kendaraan dari arah Bandung biasanya akan menuju Jawa Tengah serta banyak wisatawan yg bakal menuju Pantai Pangandaran.

Kasat Maka Polres Garut AKP Erik Bangun menyampaikan volume kendaraan bertambah sampai 8 prosen dari hari umum.

” Udah mulai ada penambahan dibandingkan dengan hari-hari kebanyakan, ” ungkap Erik terhadap wartawan di Pos OPS Lilin Lodaya, Jalan Raya Limbangan, Kecamatan Limbangan, Jumat (22/12/2017) malam.

Karna tumpukan kendaraan di dua jalur itu, sejak mulai siang barusan sampai ini malam, polisi udah memberlakukan enam kali sistim buka tutup jalur.

” 3 kali di Kadungora, 3 kali di Malangbong. Kita lakukan one way dengan menyaksikan prioritas jalur. Yg padat kita utamakan, ” ujarnya.

Tidak hanya lantaran jadi lebih meningkatnya volume kendaraan yg masuk ke lokasi Garut, sambung Erik, kemacetan juga dipicu oleh masihlah ada banyak kendaraan mempunyai ukuran besar yg masihlah beroperasi.

” Ada banyak, khususnya di lokasi Limbangan. Perihal tersebut terang sebabkan kemacetan, ” kata dia.

Erik menuturkan, walaupun sebenarnya edaran perihal ketetapan Dirjen Hubdat yg melarang kendaraan barang beroperasi di jalan Nasional serta jalan tol mulai lepas 22 Desember 2017 waktu 00. 00 WIB sampai lepas 23 Desember 2017 waktu 24. 00 udah diterbitkan.

Sejak mulai pagi barusan, udah ada dua kendaraan angkutan barang mempunyai ukuran besar yg terpaksa sekali diamankan lebih dahulu oleh polisi. ” Pengemudi kami imbau serta kendaraan diparkir dahulu di rest ruangan. Kendaraan angkutan mempunyai ukuran besar jadi diantara satu pemicu kemacetan di daerah tanjakan Nagreg, ” katanya.

About admin