Home / Berita Umum / Guru Honorer Mogok Berimbas Pada Proses Belajar Mengajar di Blitar

Guru Honorer Mogok Berimbas Pada Proses Belajar Mengajar di Blitar

Guru Honorer Mogok Berimbas Pada Proses Belajar Mengajar di Blitar – Beberapa ribu guru honorer di Kabupaten Blitar berhenti massal. Mengakibatkan, proses belajar mengajar terutamanya di sekolah basic, lumpuh. Hal seperti ini juga disadari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Mereka minta guru honorer kembali mengajar bila aspirasinya telah dikatakan ke Bupati Blitar.

Seperti yang berlangsung di SD Kolomayan 1 Kecamatan Wonodadi. Sekitar lima GTT serta satu PTT turut berhenti massal. Cuma tersisa lima PNS, termasuk juga kepala sekolah mesti mengajar di enam kelas.

Lebih kronis lagi keadaan di SDN Rejosari masih tetap di Kecamatan Wonodadi. Ada enam GTT serta satu PTT turut berhenti kerja. Cuma dua PNS serta satu kepala sekolah, dengan bergantian mereka mengajar di enam kelas.

” Tiga PNS itu satu guru olah raga, satu guru kelas serta satu kepala sekolah. Ingin tidak ingin, gantian ngisi semasing kelas. Ya tidak maksimal, dapat disebutkan lumpuh proses belajar mengajarnya, ” tutur Korlap GTT/PTT Wonodadi Dedi Churniawan, Senin (24/9/2018) .

Walau sebenarnya sesuai dengan persetujuan bersama dengan, beberapa guru honorer ini akan lakukan berhenti kerja saat satu pekan. Mulai ini hari, Senin (24/9) – Sabtu (29/9) yang akan datang. Serta tgl 27 September, sekitar 50 perwakilan mereka akan ke Jakarta menekan pengurus besar PGRI Pusat bernegosiasi dengan pemerintah.

Menyikapi tindakan berhenti kerja massal itu, Dinas Pendidikan Pemkab Blitar Budi Kusumarjaka mengatakan, pihaknya tidak dapat melarang masukan mereka.

” Tetapi mengakibatkan tentu terganggu proses belajar mengajarnya. Saya meminta masukan rekan-rekan selekasnya tertuang dalam tulisan supaya secepat-cepatnya kita tangani sesuai dengan mekanisme yang benar, ” kata Budi di konfirmasi.

Budi mengaku, tanpa kapasitas GTT/PTT, Kabupaten Blitar begitu kekurangan tenaga pendidik serta pengajar. Terdata per Agustus 2018 ini, kekurangan tenaga pengajar untuk tingkat SD saja sekitar 2. 278 orang.

Sedang dalam konstruksi rekruitmen CPNS tenaga pengajar, Kabupaten Blitar cuma mendapatkan jatah sekitar 170 lewat jalan umum serta 58 jalan K2.

Budi juga minta, beberapa guru honorer secepat-cepatnya kembali pada kelas untuk mengajar, bila masukan mereka sudah tersalurkan.

Budi juga mengharap, tindakan berhenti massal guru honorer di Kabupaten Blitar dapat jadi perhatian pemerintah pusat. Mengingat tenaga guru honorer menjadi penopang utama lancarnya proses belajar mengajar. Hingga tingkat kesejahteraan mereka harus juga lebih dilihat.

About admin