Home / Uncategorized / Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih

Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih

Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih – Beberapa puluh ribu warga Daerah Istimewa Yogyakarta terlebih di Gunungkidul terancam krisis air bersih. Sejumlah 45. 230 jiwa di kabupaten itu terancam kesusahan memperoleh air bersih waktu musim kemarau ini. Data dari Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, sejumlah 65. 086 jiwa di Daerah Istimewa Yogyakarta terancam kekurangan air bersih. Terkecuali di Gunung Kidul di Kabupaten Bantul ada 7. 135 jiwa kesusahan air bersih serta di Kabupaten Kulon Progo ada sejumlah 12. 721 jiwa yang terancam krisis air bersih.

” Di Gunung Kidul ada 7 kecamatan yang memohon droping air bersih, ” kata Kepala Pelaksana Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Budhi Harjo, Jumat, 21 Juli 2017.

Yakni kecamatan Panggang, Tepus, Tanjungsari, Purwosari, Paliyan, Rongkop, serta Girisubo. Tujuh kecamatan itu mencakup 32 desa dengan 254 padukuhan sedanhkan jumlah kepala keluarga 9. 046, serta 45. 230 jiwa. ” Yang telah menekan Karna kesusahan air bersih ada 32 desa, ” kata dia.

Ia menerangkan, spesial untuk dropping air bersih ini, BPBD Gunung Kidul telah menganggarakan serta sebesar Rp 600 juta untuk th.. Aturan ini untuk antisipasi ada kekeringan pada musim kemarau ini. Warga yang kesusahan air bersih di Gunung Kidul bila sangat terpaksa mesti beli sendiri, satu tangki air bersih dibeli dengan harga Rp 180 ribu sampai Rp 250 ribu. Pada musim hujan, warga senantiasa menyimpan air bersih dalam bak besar untuk kepentingan keseharian. ” Mulai hari ini sulit ada banyak wilayah yang didrop air bersih dengan tangki, ” kata Budhi.

Ia menerangkan, pihaknya mempersiapkan sejumlah 7 unit truk tangki untuk distribusi air bersih. Sehari-hari ada 28 tangki air yang di kirim ke warga. Semasing truk mendistribusikan air sejumlah empat kali dalam satu hari.

BPBD Kabupaten Kulon Progo mencatat ada 12. 721 jiwa atau 7. 621 kepala keluarga yang kesusahan air bersih. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo, Gusdi Hartono warga yang kesusahan air bersih berada di 32 desa yang berada di sembilan kecamatan. ” Warga mulai kesusahan air bersih mulai sejak Juli. Diperkirakan hingga Oktober, ” kata dia.

About admin