Home / Uncategorized / Formulir C1 Itu Adalah Suatu Hal Yang berniat Direkayasa

Formulir C1 Itu Adalah Suatu Hal Yang berniat Direkayasa

Formulir C1 Itu Adalah Suatu Hal Yang berniat Direkayasa – Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui langsung mengonfirmasi ke Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkenaan hasil beberapa ribu formulir C1 di Menteng, Jakarta Pusat yg dikira palsu serta memberikan keuntungan paslon 02 Prabowo-Sandi. Hasil beberapa ribu C1 itu berlangsung kala razia jalan raya oleh kepolisian.

Ketua Team Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi menyebutkan, konfirmasi ini mereka melakukan berkat pihak Seknas langsung terbawa dalam perkara yg mereka ucapkan ‘kurang kerjaan’ serta ‘tidak jelas’ itu,

Yupen lantas mengakui udah mendatangi langsung Bawaslu Jakarta Pusat bertindak sebagai pihak yg mengatasi hasil dua dus form C1 yg dikira palsu itu. Yupen mengakui langsung menjumpai utama Gakkumdu di Bawaslu Jakpus serta bersua dengan beberapa komisioner yg memang punyai kendali buat perlakuan perkara ini.

” Saya ke Bawaslu Jakarta Pusat. Kita nanya sama mereka, ‘Ini sangat percaya palsu semua atau bagaimana sesungguhnya? ‘ Lalu ia menyebutkan ini dipelintir wadah. Saya bingung dipelintir bagaimana. Lantaran ada sampel yg coba diungkapkan. Lalu kita bertanya rangkaian peristiwa, ” kata Yupen, Selasa (7/5) .

Kala mendatangi Bawaslu itu, Yupen mengakui penemuan C1 itu berasal disaat ada seorang yg membeli transportasi online. Akan tetapi ia gak menyampaikan siapa orang disebut.

Dari pesanan itu, orang itu memperoleh taksi online dengan mobil Toyota Sigra. Kata Yupen, dalam mobil itu ada dua dus berisi form C1 yg lantas kala dirazia oleh polisi di lebih kurang Jalan Besuki langsung ditangkap.

” Demikian disaksikan ada form c1, mungkin polisinya langsung mikir wah ini form palsu ini mesti lapor ke Bawaslu, ” kata Yupen.

Dalam soal ini Yupen lantas menyoalkan bagaimana dapat aparat polisi langsung menyebutkan kalau formulir C1 itu palsu. Walaupun sebenarnya jelas, polisi belum membuka dus itu betul-betul.

” Pertanyaannya dari tempat mana dia mengerti palsu? Bila benar apa persoalannya? Selanjutnya dibawa ke Bawaslu Jakpus. Disana sampai kini masih dikilas-balik. Sopir taksi online-nya masih dikontrol, ” ujarnya.

Seusai dengar perihal itu, Yupen mengakui pernah berkesimpulan kalau hasil formulir C1 itu adalah suatu hal yg berniat direkayasa. Ditambah lagi dus itu pun diikuti dengan surat yg menjelaskan kalau CEO Seknas, M Taufik sebagai dalang dibalik pengiriman form C1 palsu itu.

” Logisnya, kita risau kita diskenariokan begitu. Saya dengar ada surat yg diberi tanda tangan oleh Pak Taufik serta diperuntukan ke Pak Topo. Dalam surat itu seolah-olah kongkalikong gila-gilaan. Ini ada orang yg tengah coba bikin skenario menakjubkan, ” ujarnya.

” Lantas bila razia mengapa mesti cek mobil, mengapa gak cek suratnya saja? Lalu sesuai berjumpa C1 mengapa otak ia langsung berpikir investigatif seakan ada yg salah serta mesti melapor ke Bawaslu, ” ujarnya.

About penulis77