Home / Uncategorized / Aliran dana yang diduga hasil korupsi Bupati Konawe

Aliran dana yang diduga hasil korupsi Bupati Konawe

Aliran dana yang disangka hasil korupsi serta ke kantong bekas Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman diduga lewat lewat transfer rekening bank. Dalam pengembangan penyidikan, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) temukan tanda-tanda transfer berkali-kali.

Transfer uang haram itu lewat tangan orang dekat Aswad. ” Pemberian lewat orang dekat dengan transfer berkali-kali, ” kata juru bicara KPK Febri Diansyah pada wartawan di gedung KPK, Rabu (4/10/2017).

Aswad telah diputuskan jadi tersangka oleh KPK dalam masalah penyelewengan perizinan eksplorasi, pendayagunaan serta produksi tambang nikel di lokasi Kecamatan Langgikima serta Molawe. Penerbitan 30 izin kuasa pertambangan pada 8 perusahaan berjalan pada 2007-2014. Perbuatan Aswad sudah merugikan keuangan negara sebesar Rp2, 7 triliun. (Bacalah juga : Masalah Sangkaan Korupsi Eks Bupati Konawe Utara Lebih Besar dari e-KTP)

Kerugian datang dari ada tunggakan pajak, tidak membayar royalty, serta meremehkan reklamasi tempat tambang. Tersingkap juga dalam penyidikan Aswad disangka terima suap Rp13 miliar. Suap ini untuk melicinkan izin kuasa pertambangan yang di terima delapan perusahaan.

Febri memberikan pada hari ini tim KPK kembali lakukan penggeledahan di Konawe Utara. Dalam penggeledahan di Kantor Bapedalda Konawe Utara, tim KPK kembali mengambil alih beberapa dokumen perlu berkaitan perizinan segi lingkungan hidup.

Dalam giat penindakan itu KPK juga mengecek enam saksi. ” Penggeledahan berjalan jam 09. 00 sampai 17. 00 saat setempat. Penggeledahan ini adalah yang ke-3 kalinya, ” katanya. (Bacalah juga : KPK Ungkap Modus Sangkaan Korupsi Eks Bupati Konawe)

Gagasannya kurun waktu dekat KPK mengecek tersangka di gedung Merah Putih Jakarta. Terkecuali masalah korupsi, materi kontrol juga berkaitan masalah suap Rp13 miliar.

About