Home / Berita Umum / 3 Anak di Tangsel Jadi Korban Eksploitasi dan Penganiayaan Pengurus Yayasan Amal

3 Anak di Tangsel Jadi Korban Eksploitasi dan Penganiayaan Pengurus Yayasan Amal

3 Anak di Tangsel Jadi Korban Eksploitasi dan Penganiayaan Pengurus Yayasan Amal  – Dua pengurus Yayasan Khusnul Khotimah, yang mengakui mengurus dana amal untuk anak yatim, dibekuk polisi. Kedua-duanya ditahan sebab lakukan pendayagunaan serta penganiayaan pada anak.

Ke-2 aktor ialah Abdul Rojak (32) sebagai pemilik serta penanggung jawab yayasan serta Dedi (25) sebagai pengurus yayasan. Kedua-duanya sering mempekerjakan anak-anak dibawah usia, lalu memberi surat pekerjaan dari Yayasan Khusnul Khotimah serta mengerahkan anak-anak itu untuk berkeliling-keliling mencari sumbangan. Tidak hanya kedua-duanya, polisi masih tetap mencari satu aktor yang disangka juga lakukan pendayagunaan serta penganiayaan.

Tiga orang korban, yakni SA (16) , GP (16) , serta Dona Ardiana (21) , dijumpai oleh pengurus yayasan telah tiga bulan tidak kembali pada yayasan. Ke-3 korban dijumpai di satu minimarket di daerah Jakarta Selatan tengah minta sumbangan serta masih tetap memegang surat brosur dari yayasan. Ke-3 korban lalu diambil dengan paksa serta dibawa ke yayasan yang berada di Kelurahan Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, itu.

” Sesampai di TKP, di yayasan itu, ke-3 korban ini diintimidasi serta dikerjakan penganiayaan. Sebab dipandang telah merugikan yayasan, mengatasnamakan yayasan, ambil dana di penduduk tapi tidak menyetorkan, ” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan pada wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (24/9/2018) .

Tindakan-tindakan yang dikerjakan oleh beberapa terduga diantaranya lakukan penganiayaan berbentuk pemukulan, melakban mata serta mulut korban, dan membotaki kepala korban memakai gunting.

” Lalu salah satunya terduga juga memakai sepatu, mengarahkan sepatu yang dipakainya ke mulut beberapa korban ini untuk dijilat dengan paksa, ” lanjut Ferdy.

Perlakuan terduga ini tersingkap sesudah orangtua salah satunya korban melapor ke Polres Tangerang Selatan karena dihubungi salah satunya aktor untuk meminta uang tebusan. Didapati, ke-3 korban sempat juga disekap lima hari oleh beberapa aktor.

” Mereka meminta tebusan pada orangtua korban sejumlah Rp 18 juta. Akumulasi kerugian saat 3 bulan kata mereka itu tidak menyetor ke yayasan, ” tutur Ferdy.

Karena tindakannya ini, beberapa aktor dijaring dengan Masalah 77 subsider Masalah 80 Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2014 atau Masalah 2 Undang-Undang Nomer 21 Tahun 2007 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta/atau Masalah 333, 351, 335 KUHP juncto Masalah 55 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan optimal 15 tahun penjara.

About admin